"Nah, isu-isu seperti ini sangat mudah menarik perhatian orang yang tidak paham agama sehingga mereka mudah terpengaruh dengan ajakannya," katanya.
Dia mengatakan bagaimana mungkin seorang yang melakukan dakwah Islam tetapi membunuh sesamanya, membenci orang lain, dan tidak menerima eksistensi orang lain, padahal Islam mengajarkan kebersamaan dan saling menghormati antara sesama manusia sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW saat di Madinah.
Rasulullah Muhammad SAW, kata dia, tidak pernah membunuh dan selalu bergaul dengan siapa pun baik orang Yahudi maupun Nasrani.
"Rasulullah menegaskan bahwa mereka punya hak ke kita dan kami punya hak kepada mereka. Artinya kita saling membutuhkan dan tidak bisa saling memusuhi. Oleh karena itu, kami mempertanyakan bagaimana mereka mengklaim sebagai pejuang Islam namun kelakuannya sangat jauh dari Islam," kata Al Afyouni.
Al Afyoni menegaskan, Islam menentang keras terhadap ajaran yang mengajak kebencian kepada siapa pun, apalagi dengan orang yang seiman.
Islam, kata dia, mengajarkan kedamaian dan kebersamaan dalam membangun bumi ini bukan sebaliknya merusak serta saling benci antara satu dengan yang lain.
“Indonesia adalah negeri yang sangat indah, maju, dan sebegain besar penduduknya adalah pemeluk Islam. Selain itu, di negeri sangat terbuka demokrasi dan berkemajuan," katanya.