Mudik Dilarang, Ribuan Awak Angkutan Umum Minta BLT ke Pemerintah

Angga Rosa
Ketua DPC Organda Kabupaten Semarang Hadi Mustofa saat memantau operasional angkutan umum di Terminal Bawen. (Foto/Angga Rosa)

Dia menyatakan, semenjak pandemi Covid-19, kondisi usaha angkutan umum terpuruk. Saat ini banyak armada yang dikandangkan lantaran sepi penumpang. 

Meski demikian, kata dia, pelaku usaha dan awak angkutan tetap mendukung program pemerintah dalam upaya pencegahan penularan Covid-19. Hanya, mereka berharap pemerintah bisa memberikan bantuan lagi kepada warga terdampak pandemi Covid-19.

"Sekarang awak angkutan dalam kondisi sulit. Karena itu, kami berharap pemerintah dapat memberikan bantuan kepada awak angkutan," ujarnya. 

Sementara itu, sejumlah sopir angkutan umum jurusan Ambarawa - Bandungan mengatakan, sejak pandemi Covid-19, pendapatan awak angkutan umum anjlok. Bahkan, terkadang mereka tidak dapat penghasilan akibat sepi penumpang.

"Saya bekerja seharian belum tentu mendapat penghasilan. Bisa mendapat Rp20.000 sampai Rp50.000 sudah bagus. Saya berharap, ada solusi dan pandemi Covid-19 segera berakhir agar semua bisa normal kembali," kata salah seorang sopir, Totok (35). 

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang Meningkat, Kapolda Minta PPKM Mikro Diperketat

57 tahun lalu

Pengelolaan Sampah di Kabupaten Semarang Capai Level Kritis

57 tahun lalu

Harga Cabai di Kabupaten Semarang Tembus Rp85.000 per Kilogram

57 tahun lalu

Penerapan Tilang Elektronik, Belasan Kamera CCTV Dipasang di Kabupaten Semarang

57 tahun lalu

Ribuan Pencari Kerja Padati Job Fair di Semarang, Pagi hingga Sore Pelamar Berdatangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal