Momentum Imlek, Wali Kota Semarang: Tak Ada Mayoritas dan Minoritas

Antara
Suasana Malam Penganugerahan Gelar Tuk Panjang, sekaligus penutup Pasar Imlek Semawis 2571 di Kota Semarang, Minggu (19/1/2020) malam. (Foto: Antara)

SEMARANG, iNews.id - Wali Kota Semarang Hendrar Prihardi menegaskan tidak ada kalangan minoritas dan mayoritas di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah yang warganya berasal dari berbagai etnis, agama serta budaya. Melalui momentum Tahun Baru Imlek 2571, dia juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk bergerak bersama.

"Yang ada ialah satu keluarga besar yang ingin kotanya semakin maju, baik dan hebat," kata Hendi-sapaan akrabnya, saat menyampaikan pidato pada Malam Penganugerahan Gelar Tuk Panjang, sekaligus penutup Pasar Imlek Semawis 2571 di Kota Semarang, Minggu (19/1/2020) malam.

Menurut dia, kedekatan Kota Semarang dengan kawan-kawan dari berbagai etnis tidak perlu diragukan lagi, kendati perbedaan sudah ada sejak dulu.

"Mari kita mulai hari ini tidak usah berdiskusi tentang kafir dan tidak kafir. Mari kita rapatkan kembali barisan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi mengapresiasi Pasar Imlek Semawis yang sudah digelar sebanyak 17 kali dengan biaya mandiri.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kota Lama Semarang Dikunjungi 222 Ribu Wisatawan selama Libur Lebaran

57 tahun lalu

Libur Panjang Imlek dan Jelang Ramadan, Tol MBZ dan Jakarta-Cikampek Padat Merayap

57 tahun lalu

KAI Daop 4 Semarang Siapkan 83.970 Kursi untuk Libur Imlek 2026

57 tahun lalu

Wali Kota Semarang Buka Suara usai Disebut dalam Sidang Korupsi Chromebook

57 tahun lalu

Gubernur Jateng Panggil Wali Kota Semarang dan Bupati Demak Hari Ini Bahas Banjir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal