"Aturan KLHK yang lebih mengarah pembakaran waktu. Ini ada yang perlu disinkronisasi melalui Kantor kepala Staf Presiden dan Depolnek di bidang kebijakan. Ini mesti ada solusi," katanya.
Selain itu, dia mengungkap adanya permasalahan lain yakni kebutuhan lahan sebanyak 2 hektar untuk pengelolaan sampah. Di sisi lain juga perlu adanya akses in out kendaraan ini agar lebih tertib hingga perlu ada pelebaran.
"Masih perlu lahan 2 hektar sebenarnya dan baru terpenuhi 1,5 hektar. Sebenarnya hanya perlu luas, lahannya sudah ada. Nanti akan kami komunikasikan dengan Kementerian PUPR, jadi adal KLHK ada ESDM dan Kota Madya akan kami ajak beresin ini," ujarnya.
Direktur Utama SCMPP Elan Syuherlan mengatakan, perusahaannya telah mampu memproduksi listrik sejak Desember 2022 lalu. Hingga saat ini sudah ada 10 dari 20 mesin yang sudah diuji coba. Ditargetkan proses uji coba semua mesin selesai pada pertengahan Agustus nanti.
"Dalam satu jam, kita bisa menghasilkan listrik kira-kira 8 megawatt," katanya. Nilai investasi PLTSa Putri Cempo sebesar Rp300 miliar. Dari bulan Desember 2022 sebenarnya sudah dioperasikan, dengan bisa mengekspor 60 Megawatt ke PLN.