“Gratis bagi masyarakat Semarang atau sekitarnya. Mudah-mudahan akan terus terlaksana sampai ke depan. Lebih banyak pasien yang mengikuti program ini,” katanya.
Sementara, dr Thomas Eduardus Sudrajat Wahyu Nugroho menjelaskan, bibir sumbing adalah kelainan bawaan dari lahir yang mempengaruhi bibir dan atau langit-langit. Jadi terdapat celah pada bibir sampai langit-langit. Ada banyak faktor penyebabnya, mulai keturunan, nutrisi, riwayat paparan rokok, konsumsi obat-obatan dan berbagai penyebab lain.
“Jadi bibir sumbing cukup banyak faktor penyebabnya. Kira-kira satu dari 300 atau kelahiran hidup ada yang mengalami bibir sumbing, dalam satu hari. Jadi sekitar 10 atau 20 yang lahir mengalami bibir sumbing,” kata dia.
Untuk pencegahan bisa dilakukan, misalnya pernikahan tidak terlalu tua atau terlalu muda, nutrisi yang baik saat kehamilan dan tidak konsumsi obat-obatan. Namun, kalau keturunan tidak bisa sebab ini adalah bawaan.
Dia mengatakan satu-satunya jalan penanganannya adalah operasi. Untuk bibir sumbing idealnya dioperasi sebelum usia 3 bulan dan berat badan sekitar 5 kilogram.