Pihaknya sudah melaporkan kerusakan sekolah kepada Dinas Pendidikan setempat. Namun hingga kini belum ada upaya perbaikan sekolah. Akibatnya, kegiatan belajar siswa terpaksa dilakukan secara bergiliran.
Kabid Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Brebes, Juwita Asmara mengatakan, pihaknya tengah menghitung anggaran untuk perbaikan sejumlah ruang yang rusak. Namun baru akan dianggarkan pada tahun 2024.
Menurutnya, lambatnya penanganan perbaikan antara lain karena jumlah sekolah di Brebes sangat banyak. Selain itu, kemampuan atau kompetensi operator sekolah dalam menangani sekolah yang rusak masih minim.