Dalam kesempatan ini, Menteri Bintang menyerahkan Paket Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Perempuan berupa Hygiene Kit, diantaranya berisi pembalut, shampo, sarung, minuman kesehatan, pakaian dalam, dan lainnya, serta Kebutuhan Spesifik Anak berupa susu (bagi anak di atas usia 2 tahun), vitamin, biscuit, cereal, bubur bayi, sabun, selimut, dan diapers.
Menteri Bintang juga mengungkapkan bahwa Kemen PPPA tengah berkoordinasi dengan lintas Kementerian/Lembaga terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan di situasi bencana terhadap perempuan dan anak.
“SOP ini nantinya tidak hanya terkait pemenuhan kebutuhan-kebutuhannya saja, namun termasuk upaya perlindungan dan juga termasuk masalah dapur umum yang ada di tempat pengungsian agar betul-betul memiliki perspektif perempuan dan anak. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi kerentanan berlapis bagi perempuan dan anak selama mereka berada di pengungsian," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan banjir yang melanda Kota Semarang juga merendam beberapa objek transportasi vital seperti stasiun kereta api dan bandar udara.
"Banjir dan tanah longsor melanda sekitar 30 persen wilayah Kota Semarang dan sekitar 160.000 Kepala Keluarga yang terdampak. Curah hujan di Semarang kali ini memang sangat luar biasa. Pada 6 Februari saja, selama 6 jam, curah hujan mencapai 171 milimeter, ditambah laut pasang 1,5 meter, sehingga berapapun pompa yang dikerahkan untuk memasukkan air ke laut, akhirnya kembali lagi ke darat," kata Hevearita.