Dia mengungkapkan jika dirinya sudah mengikuti kegiatan ekstra kurikuler seni karawitan sejak kelas 4. “Dengan sering mengikuti kegiatan (karawitan) ini biar bisa ikut menjaga kelestarian kesenian khususnya karawitan,” ujarnya.
Sementara, Kepala SDN 09 Wirun Paryono mengatakan bahwa para siswanya memang sangat bersemangat mengikuti kegiatan karawitan. Apalagi pihaknya mendapatkan bantuan satu set gamelang lengkap dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengembangan kesenian tradisional, khususnya karawitan.
“Pada tahun 2016 kami mendapatkan dana alokasi khusus dari Pemprov Jateng berupa gamelan lengkap. Dengan adanya bantuan gamelan ini anak-anak angat antusias untuk berlatih, setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu,” ujar Paryono.
Dia mengatakan, latihan karawitan dipusatkan pada hari Kamis karena sangat efektif dan semua anak sangat senang. Hal itu karena di Kecamatan Mojolaban yakni Desa Wirun dikenal sebagai penghasil gamelan tingkat nasional bahkan telah diakui Unesco.
“Oleh sebab itu kami sebagai warga asli Desa Wirun, anak-anak sebagai pelajar tingkat SD sangat senang sekali mengembangkannya nguri-uri seni tradisional daerah yaitu seni karawitan gamelan,” ujarnya. Dia berpesan kepada para siswa agar rajin berlatih karawitan.