Pria yang akrab disapa Ato itu pun mengaku semakin bersemangat menjalani hidup setelah dapat menempati rumah sendiri. Dengan adanya bantuan tersebut, kualitas hidupnya semakin lebih baik.
“Alhamdulillah, sebelum punya rumah kerja tidak semangat, setelah dapat rumah bantuan, pikiran bisa tenang, bisa nyari rezeki halal, rezeki ngikut. Ya, saya nikah tahun 1998 waktu krisis moneter, dan dapat bantuan rumah tahun 2021. Pekerjaan sopir, dan ini sangat membantu meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya
Menariknya dari kompleks perumahan bantuan tersebut, masing-masing penerima dibebaskan untuk memilih warna cat dindingnya, sehingga suasana kompleks terlihat variatif. Selain itu, tidak diperbolehkan membangun pagar rumah, serta pembatas antarrumah yang berlebihan. Hal itu guna menciptakan kehidupan yang rukun dan gayeng.
“Ketentuannya, karena ini komunitas, jadi semua penerima jangan ada pagar, pembatas berlebihan. Nah, meskipun rumah bantuan tapi terlihat mewah. Untuk dalamnya (interior) bisa dieksplor biar tamu senang, kita yang punya rumah enak,” imbuhnya
Ato menambahkan, pembangunan Ruspin Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes untuk memenuhi fasilitas yang lain. Di antaranya pemasangan listrik, jamban, dan drainase depan kompleks.