Mengenang Sosok Buya Syafii Maarif, Masa Kecil Rajin Mengaji hingga Raih Gelar Doktor di AS

arif syaefudin
Buya Syafii Maarif (Foto: Muhammadiyah)

Baru pada tahun 1950, ia masuk ke Madrasah Muallimin Muhammadiyah di Balai Tangah, Lintau sampai duduk di bangku kelas tiga.

Di usia 18 tahun, Buya Syafii memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya, merantau ke Jawa, tepatnya di Yogyakarta, bersama dua adik sepupunya, Azra'i dan Suward. 

Namun, niat semula kepergiannya ke Jawa untuk melanjutkan sekolah, justru harus terhalang. Dia ditolak oleh pihak sekolah kala itu, dengan alasan ruang bangku telah penuh. 

Tak lama setelah itu, ia justru diangkat menjadi guru bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di sekolah tersebut, meski tak lama. Ia kembali mendaftar ke Muallimin dan akhirnya ia diterima tetapi ia harus mengulang kuartal terakhir kelas tiga. 

Selama belajar di sekolah tersebut, ia aktif dalam organisasi kepanduan Hizbul Wathan dan pernah menjadi pemimpin redaksi majalah Sinar (Kini Dibawahi oleh Lembaga Pers Muallimin), sebuah majalah pelajar Muallimin di Yogyakarta.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Yai Mim Tersangka Pencemaran Nama Baik Meninggal Dunia di Polresta Malang

57 tahun lalu

Pilu! Pria di Bangkalan Meninggal di Parkiran Pasar Saat Tunggu Istri Belanja 

57 tahun lalu

Geger! Pasien RS PKU Muhammadiyah Makassar Tewas Diduga Lompat dari Lantai 5

57 tahun lalu

Momen Haru! Kapolres Sukoharjo Panggul Peti Jenazah Anggota yang Meninggal saat Lebaran

57 tahun lalu

Geger! Pemudik Perempuan Pingsan lalu Meninggal di Gerbang Tol Cisumdawu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal