Menag Ajak Ulama Sufi Ikut Warnai Dakwah Islam di Media Sosial

Antara
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan pidato pada penutusan Konferensi Ulama Sufi Internasional di Pekalongan. (Foto: Antara)

Menag mengatakan, kaum sufi itu seperti bumi, yang diinjak oleh orang saleh maupun pendosa, juga seperti mendung yang memayungi segala yang ada, serta seperti air hujan yang mengaliri segala sesuatu.

Demikian pula, kata dia, para sufi lekat dengan kreatifitas dalam dakwah, bahkan menjadi sesuatu yang distingtif seperti menggunakan halaqah zikir (majelis zikir), khalwat Alquran, dan zawiyah sufiyah yang dikembangkan sesuai kondisi zamannya.

Kreativitas yang sama ini, kata dia, diperlukan pula dalam merespons tantangan dakwah pada era milenial dengan segala perangkat digital dan media sosial.

"Generasi digital juga harus memahami dan mengingat pengalaman sejarah, bahwa Islam masuk ke negeri ini dengan cara damai, antara lain melalui tangan para sufi. Generasi milenial harus tahu bahwa para ulama sufi menyebarkan Islam dengan akhlak yang mulia sehingga dakwah Islam menjadi lebih efektif dan damai," katanya.

Menag mengucapkan turut berbahagia dan bersyukur atas terpilihnya Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya sebagai pemimpin Forum Sufi Dunia. Menag juga mengajak semua pihak meneruskan dakwah damai baginda Rasulullah Saw agar keramahan serta kedamaian Islam tersebar di NKRI dan segenap penjuru bumi.

"Mari kita jadikan situasi umat kekinian yang sedang gundah gelisah ini sebagai momentum untuk merevitalisasi kembali gerakan tarekat dan tasawuf. Mari kita berdoa semoga di tahun politik ini bangsa Indonesia dapat terjaga dan selamat dari perpecahan, terus menjaga perdamaian, serta merawat semangat persatuan dan kesatuan," katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sadis! Ibu di Pekalongan Dianiaya Anak Kandung hingga Tewas

57 tahun lalu

May Day, Buruh Pekalongan Gelar Apel dan Doa Bersama di Monumen Juang

57 tahun lalu

3 Korban Ledakan Petasan di Pekalongan, 1 Remaja Tewas Usai Dirawat di RS

57 tahun lalu

Dramatis! Tas Pemudik Tertinggal di Bus, Polisi Kejar dan Temukan hingga Pekalongan

57 tahun lalu

17 Pemudik Telantar di Rest Area usai Paksa Turun dari Bus Mudik Gratis, Polisi Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal