“Saat pembelajaran terbatas masih bisa menggunakan ruang kelas yang tidak tergenang. Namun saat ini pembelajaran tatap muka sudah 100 persen. Maka terpaksa ruang kelas yang tiap hari terendam rob digunakan untuk belajar mengajar,” katanya.
Dia berharap pemerintah segera bisa melakukan perbaikan bangunan. Sebab jika seperti ini terus kasihan anak anak selain terganggu belajarnya juga khawatir air yang menggenang banyak nyamuknya.
“Kami sudah melaporkan pada Dinas Pendidikan setempat. Namun sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan,” ujarnya.