Saat masuk ke gerbong KRL, penerapan prokes ternyata juga tak kalah ketatnya. Semua kursi telah dipasang tanda untuk jaga jarak. Jika telah terisi, penumpang harus berdiri dan jaga jarak dengan penumpang lainnya.
Petugas keamanan di dalam KRL terus bergerak guna memastikan jaga jarak dan penerapan prokes dilaksanakan sepanjang perjalanan. Petugas juga memastikan agar lansia, ibu hamil, anak kecil atau ibu dengan balita mendapat prioritas tempat duduk.
“Saat naik akan naik ke gerbong, petugas juga berupaya agar para penumpang menyebar dan tidak menumpuk di satu gerbong,” ucapnya.
Saat naik KRL, para penumpang dilarang untuk makan, minum, dan buang sampah sembarangan. “Dengan penerapan prokes yang ketat KRL Solo-Yogyakarta, saya yakin risiko penyebaran Covid-19 dapat diminimalisasi. Saya sekeluarga jadi tenang dan nyaman saat naik KRL Solo-Yogyakarta.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, penanganan pandemi Covid-19 yang semakin membaik membuat masyarakat secara bertahap kembali beraktivitas di luar rumah. Tren ini juga tampak pada data pengguna KRL.