Lebih lanjut, dia mengatakan berdasarkan hasil evaluasi selama 29 hari beroperasi sejak tanggal 6 Agustus hingga 3 September, KA Sawunggalih melayani penumpang sebanyak 3.998 sebanyak atau rata-rata sebanyak 137 penumpang per hari (23 persen dari kapasitas 580 tempat duduk, red.).
"KA Purwojaya dan KA Wijayakusuma juga sama, okupansinya masih di bawah 30 persen," katanya.
Selain lima KA tersebut, kata dia, KAI juga membatalkan sembilan perjalanan kereta api yang melewati Daop 5 Purwokerto, yakni KA Argo Wilis relasi Surabaya-Bandung PP untuk keberangkatan tanggal 8-11 September dan 14-15 September.
Selanjutnya, KA Argo Dwipangga dan KA Argo Lawu relasi Solo-Gambir PP keberangkatan tanggal 8-15 September, KA Gajayana relasi Malang-Gambir PP keberangkatan tanggal 7-15 September, KA Mutiara Selatan, relasi Surabaya-Bandung PP keberangkatan tanggal 4-15 September, KA Malabar relasi Malang-Bandung PP keberangkatan tanggal 4-15 September.
Kemudian, KA Pasundan relasi Surabaya Gubeng-Bandung PP keberangkatan tanggal 4-15 September, KA Jaka Tingkir relasi Purwosari-Pasarsenen PP keberangkatan tanggal 5-15 September, dan KA Progo relasi Lempuyangan-Pasarsenen PP keberangkatan tanggal 5-30 September.
Supriyanto mengatakan dengan adanya pembatalan tersebut, di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto per tanggal 7 September 2020 terdapat 38 perjalanan KA yang kembali dibatalkan, sehingga saat ini hanya ada 39 KA jarak jauh dan lokal yang beroperasi atau 41persen dari total 93 KA penumpang reguler yang lewat/berangkat/berakhir di Daop 5 Purwokerto.
"Kebijakan pembatalan maupun pengoperasian kembali perjalanan KA ini akan terus dievaluasi dari waktu ke waktu dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kebutuhan," katanya.