Menurut dia, tiga orang tersebut terdiri atas istri dari warga Sokaraja Kulon yang dinyatakan positif Covid-19. Kemudian anaknya yang berusia 14 tahun dan adiknya yang tinggal di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas.
"Istri yang bersangkutan tinggal di Sokaraja Lor, sehingga kami melakukan tes usap terhadap kurang lebih enam orang kontak dekatnya yang kemungkinan hari ini (26/6/2020) masih ditindaklanjuti. Kami juga melakukan tes usap terhadap lima orang kontak dekat dari pasien yang tinggal di Kaliori," katanya.
Menurut dia, Pemkab Banyumas telah melakukan tes usap terhadap enam orang di klaster Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, dan 10 orang di klaster Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara. Selanjutnya dikirim ke laboratorium di Yogyakarta namun sampai saat sekarang belum mendapatkan hasil.
Terkait dengan hal itu, dia mengatakan hingga saat ini di Banyumas masih menyisakan tiga klater penyebaran Covid-19, yakni klaster Sokaraja Kulon beserta percabangannya di Sokaraja Lor dan Kaliori, klaster Kober, serta klaster Bancarkembar.
"Jadi masih harus kami tekuni satu per satu, kami telusuri satu per satu, sehingga nanti betul-betul tidak ada ranting-ranting atau cabang-cabang yang tersisa dari yang ada sekarang ini," katanya.