Marak Calon Tunggal di Pilkada 2020, Pengamat : Merusak Kualitas Demokrasi

Bramantyo
Ilustrasi pilkada. (Foto: Istimewa)

Maraknya calon tunggal pada Pilkada 2020 ini, kata dia, hendaknya menjadi tanggung jawab moral tersendiri bagi partai. Di mana partai sebagai saluran utama pengkaderan pemimpin sangat bertanggungjawab terhadap generasi partai.

"Partai harus mempersiapkan produktifitas kaderisasi dengan selektif berbasis integritas untuk menyiapkan kontestasi yang sehat," ujarnya
"Partai harus bisa keluar dari "tekanan besar" kepentingan kepentingan internal partai, bukan justru bersikap pragmatis dan menghindari kontestasi dengan munculnya politik dinasti atau politik aji mumpung," ujarnya.

Melihat semakin kronisnya kualitas pemimpin daerah dengan masih banyaknya yang tersangkut masalah hukum terutama korupsi, menandakan politik dinasti mengambil peranan signifikan dalam berkontribusi merusak nilai dan tatanan demokrasi.

"Calon tunggal dan politik dinasti memang bukan sesuatu yang melanggar hukum. Tapi jelas melanggar etika politik dan etika elektoral. Sehingga ke depan sebagai pemimpin politisi dan negarawan sejati seharusnya wajib mengerti dan memiliki etika berpolitik dan bernegara," ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Semangati Aksi Mahasiswa di Surabaya, Butet: Halau Orang yang Khianati Konstitusi

57 tahun lalu

Gelar Aksi Damai di Untag Surabaya, Ribuan Mahasiswa Tolak Dinasti Politik

57 tahun lalu

Bupati Gunungkidul Sunaryanta Sambut Positif Pencabutan Pandemi Covid-19, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Respons Rudy soal Tudingan Dinasti Politik dan Rencana Kaesang Maju Pilkada 2024

57 tahun lalu

Penumpang KRL Solo-Yogyakarta Kini Boleh Tak Pakai Masker, Ini Ketentuannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal