Makna Filosofis dan Sejarah Batik Parang, Dahulu Hanya Dipakai oleh Raja dan Kesatria

Faqihah Husnul Khatimah
Makna filosofis dan sejarah batik parang, motif tertua di Indonesia sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura. (Foto: Istimewa).

Rakyat biasa dilarang memakai motif batik ini. Sesiring berjalannya waktu kini batik parang sudah boleh digunakan semua kalangan masyarakat.

Batik Parang berasal dari Jawa Tengah, terutama daerah Solo dan Yogyakarta. Batik parang Solo dan Yogyakarta memiliki kemiripan karena dulunya kedua daerah ini menyatu. Perbedaan antara kedua jenis batik ini terletak pada bentuk dan warna.

Bentuk batik parang Yogyakarta diagonal kanan atas ke kiri bawah. Sementara itu, batik parang Solo diagonal kiri atas ke kanan bawah. 

Warna batik parang Solo dominan cokelat soga, sedangkan batik parang Yogyakarta ditambah campuran warna putih dan hitam.

Parang berasal dari kata dalam bahasa jawa, yakni pereng atau lereng. Motifnya bersusun seperti huruf “S” seperti ombak laut yang tidak terputus dan saling mengikat. 

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Motif Pria Lansia Nekat Bakar Toko Grosir Snack di Jombang, Sakit Hati Ditegur

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Motif Suami Bacok Istri dan Mertua hingga Tewas di Mojokerto

57 tahun lalu

Pelaku Ditangkap, Terungkap Motif Pembunuhan Sadis Ayah dan Anak di Sumba Tengah

57 tahun lalu

Terungkap Motif Pembunuhan di Jombang, Pelaku Cemburu Wanita Disukainya Didekati Korban

57 tahun lalu

Bikin Nyesek, Ini Motif Ibu Tiri Aniaya Nizam hingga Tewas di Sukabumi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal