Kemudian, di kompleks makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, terdapat juga jirat kubur Kanjeng Raden Ayu Tumenggung Haryo Mertodiningrat yang wafat pada 1870 M.
Lalu ada jirat kubur Pengeran Widjil IV (RM Sudjalmo) yang menjadi Pengageng Perdikan Kadilangu pada 1816 hingga 1824, juga kuburan Pangeran Widjil III (RM Sukardjo) dan isterinya yang menjadi Pengageng Kadilangu pada 1779 hingga 1816.
Di luar tembok cungkup, terdapat juga jirat kubur Mpu Supo yang merupakan adik ipar Sunan Kalijaga, dan jirat kubur putra Mpu Supo bernama Djaka Suro.
Total ada sembilan blok di kompleks pemakaman Sunan Kalijaga di Kadilangu yang merupakan salah satu tujuan wisata spiritual. Kompleks tersebut berisi 175 makam, termasuk makam putra-putrinya, seperti Panembahan Hadi, Ratu Retno Pembayun, Ratu Panenggak, Raden Abdurrachman.
Makam Sunan Kalijaga selalu ramai dipadati wisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri. Biasanya wisatawan akan mengunjungi pada saat peringatan hari besar keagamaan seperti 1 Muharram dan bulan suci Ramadan.