Kukuh yang juga pecinta alam ini menuturkan, jika melihat cuaca saat ini semestinya kegiatan caving atau susur gua bisa diundur waktunya atau dialihkan dengan kegiatan lain. Mengingat saat ini sudah memasuki musim hujan.
“Kegiatan bisa dialihkan dengan kegiatan lain atau diundur waktunya. Apalagi gua itu tempat tertutup, seandainya air masuk mau bagaimana," katanya.
Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Search and Rescue (SAR) atau Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung, sebelum terjebak di Goa Lele, mereka bersama anggota Mapala Unsika lainnya sedang melaksanakan pendidikan lanjutan organisasi.
Di tengah kegiatan, sekitar pukul 13.00 WIB, turun hujan deras mengguyur lokasi kejadian dan mengakibatkan tiga orang terjebak di Goa Lele. Korban panik saat air masuk ke dalam goa dan kehabisan oksigen di dalam goa.
Kepala Kantor Basarnas Bandung Deden Ridwansyah mengatakan, korban pertama yang berhasil dievakuasi adalah Erisa Rifan pada pukul 04.25 WIB. Korban Erisa ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban Alief Rindu pada pukul 05.30 WIB. Korban Alief juga telah meninggal dunia saat ditemukan.
"Terakhir korban Ainan Fatimatuzahro pada pukul 06.00 WIB berhasil dievakuasi tim SAR gabungan, juga meninggal dunia. Seluruh korban kemudian dibawa ke RSUD Karawang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Deden dalam rilis Humas Basarnas Bandung, Senin (23/12/2019).