Dalam pertemuan itu, Luhut menyampaikan hasil pengecekan di di lapangan terkait kondisi minyak goreng. Hasil pantauan tersebut disambut Ganjar dengan melaporkan kondisi harga minyak goreng di beberapa daerah di Jawa Tengah.
Menurutnya, harga minyak goreng di tiga kabupaten/kota cukup bagus karena sudah berada di bawah Rp15.000 tetapi di daerah lain memang masih ada yang di atas Rp18.000.
"Nah tadi Pak Luhut mengecek ke lapangan di gudang-gudangnya dan itu ternyata cukup. Saya sampaikan kepada beliau, mungkin yang perlu kita awasi adalah middle man, semua perantaranya ini, karena terjadi situasi yang kemarin sempat tidak bisa ekspor itu sistemnya kan berubah. Ini harus segera dikembalikan pada sistem awal," ujarnya.
Terkait sistem tersebut, Ganjar mendapatkan penjelasan dari Luhut bahwa proses merapikan sistem akan dilakukan. Untuk itu Ganjar kembali mengingatkan agar persoalan di perantara atau middle man menjadi perhatian. Peran kepolisian dan kejaksaan diperlukan untuk ikut mengawasi persoalan minyak goreng.
"Beliau tadi sampaikan kepada saya, kebijakannya nanti curahnya bukan curah yang digelontorkan dalam bentuk tangki-tangki itu tapi akan dibuat kemasan sederhana, jadi sudah dalam kemasan sederhana dengan harga jauh lebih murah. Alhamdulillah Jawa Tengah relatif terkontrol dan ini yang kita atau saya diminta untuk mengawal ini. Ini sudah bagus, tolong dikawal," katanya.