Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dampaknya cukup signifikan. Warga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari karena terisolasi akibat akses jalan yang tertutup.
Warga pun langsung bergerak melakukan gotong royong membersihkan material longsor. Dengan peralatan sederhana, mereka berupaya membuka kembali jalur yang tertutup.
Namun, upaya tersebut tidak berjalan maksimal. Akses menuju lokasi yang sulit membuat alat berat tidak bisa masuk untuk mempercepat proses pembersihan.
Kepala Desa Sepakung, Ahmad Nuri, mengatakan pihaknya sudah melaporkan kondisi tersebut ke instansi terkait.
"Kami sudah sampaikan ke PU kondisi desa kami seperti ini namun untuk sistem dan cara penanganan seperti apa kami belum mampu. Sebab tebing ini berada di tengah permukiman dan sangat tinggi," katanya
Desa Sepakung diketahui memang berada di kawasan rawan longsor karena banyaknya tebing di sekitar permukiman. Dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, ancaman longsor susulan masih menghantui warga. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu.