Sekitar pukul 22.30 WIB, siaran langsung dimulai. Dengan menggunakan sepeda motor, rombongan berkeliling menuju sejumlah titik di pusat Kota Sragen, mulai dari Stadion Taruna, Alun-Alun Sasono Langen Putro hingga kawasan Terowongan Rel Kereta Api Timur Pasar Bunder.
Lokasi tersebut sengaja dipilih karena dikenal sepi pada malam hari sehingga dianggap mampu menciptakan suasana mencekam untuk menarik perhatian penonton TikTok.
Namun aksi mereka tidak berlangsung lama. Saat berada di area terowongan rel kereta api, ketiganya langsung diamankan anggota Sat Intelkam Polres Sragen yang sedang patroli dan monitoring aktivitas media sosial.
Tiga pelajar yang diamankan masing-masing berinisial RA (17) sebagai pemeran pocong, RG (17) selaku operator live TikTok dan JS (17) yang ikut dalam rombongan. Hasil pendalaman sementara menunjukkan tidak ditemukan motif tindak pidana lain selain pembuatan konten hiburan untuk meningkatkan interaksi akun media sosial mereka.
Meski demikian, polisi menilai fenomena tersebut tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi meresahkan warga dan memicu gangguan keamanan.
“Kami mengedepankan pembinaan terhadap anak-anak ini dengan melibatkan orang tua dan sekolah. Harapan kami, kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran bersama bahwa kebebasan bermedia sosial tetap memiliki batas dan tanggung jawab,” ujarnya.