SEMARANG, iNews.id - Petani tambak di wilayah Pantura Jateng dihadapkan persoalan limbah yang mencemari lokasi usaha mereka. Pencemaran limbah itu berdampak pada kelangsungan usaha petani hingga tidak sedikit yang beralih pekerjaan.
Anggota Komisi B DPRD Jateng Abu Hafsin Al Muktafa mengatakan, limbah menjadi tantangan terbesar bagi para petani tambak.
“Karena limbah ini berpengaruh pada kualitas air tambak. Sehingga bibit udang ataupun ikan, sangat rentan mati. Dan potensi gagal panen sangat besar,” ujar Abu Hafsin dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/2/2020).
Gus Tafa mengatakan, kualitas air yang baik menjadi syarat utama para petani tambak dalam menumbuhkembangkan ikan atau udang yang menjadi usaha mereka.
“Saya banyak mendapat keluhan masyarakat di Kaliwungu Kendal soal limbah ini. Mereka mayoritas mengeluhkan susahnya mengembangkan sektor pertanian tambak akibat limbah. Apalagi di satu sisi, masih banyak masyarakat setempat yang asal buang sampah ke sungai. Dimana sungai itu nanti juga akan menuju area tambak,” katanya.