Selain itu, Pemkot Semarang akan mematikan lampu penerangan jalan dan tempat-tempat keramaian yang biasa dijadikan tempat nongkrong.
“Kami akan melakukan beberapa langkah terutama memperbanyak lagi titik-titik penyekatan. Yang kedua akan mengurangi penerangan terhadap lampu-lampu PJU supaya aktivitas bisa dikurangi,” kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini.
Diharapkan, dengan pengetatan aktivitas warga ini akan menurunkan mobilitas hingga 50 persen sekaligus menurunkan jumlah penderita Covid-19 di Kota Semarang yang saat ini mencapai 2.000 orang.