Pria yang juga menjabat Direktur Utama (Dirut) PT Adhi Karya (Persero) tersebut menambahkan IKA UNS memerlukan dana sebesar Rp300 juta untuk merealisasikan bantuan kuota internet tersebut. Sejauh ini dana tersebut berasal dari kas IKA UNS.
“Diperlukan Rp300 juta. Dana tersebut diambil dari kas IKA UNS, Yayasan Alumni UNS dan panitia golf,” ujarnya.
Nantinya, bantuan kuota internet yang telah diberikan oleh IKA UNS akan disalurkan oleh Rektorat sebagai penanggung jawab. Dia mengharapkan agar mahasiswa UNS dapat merasakan manfaat dari bantuan kuota internet tersebut. Sehingga mahasiswa dapat menjalankan aktivitas perkuliahan daring dengan baik.
“Jika ke depan perkuliahan online diperpanjang, IKA UNS akan menggalang dana dari alumni untuk adik-adik mahasiswa yang memerlukan," kata Budi Harto.