Saat itu, hujan sangat deras dengan jarak pandang terbatas. Suasana berubah gempar sesaat setelah kejadian. Para siswa dan guru langsung berusaha menyelamatkan para siswa yang tertimpa bangunan.
Seluruh korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. Ada korban yang mengalami luka ringan, dan ada juga yang mengalami patang tulang akibat tertimpa genteng, dan tiang bangunan.
Aula berbentuk joglo yang ambruk rata dengan tanah, berukuran sekitar 8X12 meter persegi. Aula telah ada sejak tahun 2015 lalu.
Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengatakan, pemkab menaruh perhatian besar atas kejadian itu dan berharap segera tertangani.
Dedy mengaku terus memantau dampak angin kencang yang melanda daerahnya. “Saya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat memasuki musim penghujan,” katanya.