Kegiatan tersebut sebagai program pengabdian kepada masyarakat dan upaya mengembangkan potensi Desa Domplang sebagai penghasil bunga sedap malam terbesar di Kabupaten Semarang.
Tanaman bunga sedap malam di Desa Domplang memiliki luas lahan hingga mencapai 50 hektare, namun hanya dijual dalam bentuk bunga dengan nilai ekonomi rendah.
“Ibu PKK Desa Doplang mendapat pelatihan cara mengolah bunga sedap malam diubah menjadi minyak wangi,hand sanitizer dan minyak telon, dengan sistem penyulingan,” kata Dosen Upgris, Mega Novita.
Dia menjelaskan, cara pengolahan bunga sedap malam yakni dengan menyiapkan alat suling sederhana dari kaleng biskuit, kemudian diisi dengan bunga sedap malam dipilih daun yang bagus.
Kemudian dipanaskan dengan tutup diberi lubang, untuk menyalurkan uap air ke tempat kedua yang telah diberi es batu untuk kemudian disalurkan menghasilkan cairan hasil penyulingan dari sedap malam.