Korban gempa lainnya yang selamat, Bartinah mengaku terpaksa tinggal di rumahnya yang rusak dan bocor karena belum ada bantuan perbaikan dari Pemkot Pekalongan. Bartinah mengaku baru mendapat bantuan kebutuhan pokok dari Palang Merah Indonesia (PMI) dan tetangga sekitar serta para dermawan.
“Kami berlima menempati rumah ini dan tidak bisa tidur karena bahaya juga. Saya berharap agar rumah saya bisa segera diperbaiki sehingga bisa untuk tempat tinggal lagi," kata Bartinah.
Selain rumah Bartinah, rumah warga lainnya yang rusak parah akbat gempa juga masih dibiarkan begitu rusak. Mereka kesulitan memperbaiki rumah karena keterbatasan biaya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih, mengatakan masih menginventarisasi kebutuhan dan tindakan yang akan dilakukan. "Saya sudah koordinasi dengan BPBD Kota Pekalongan dan ini (bantuan) perlu proses. Senin besok rencana bantuan baru akan disalurkan," kata Sri Ruminingsih.