"Begitu tanahnya labil, ganjalnya ambles karena gaya gravitasi yang dihasilkan lebih besar dari ganjal dan pengereman. Jadi di sini terjadi perubahan dari statis ke dinamis, dimana rem parkir itu kan tidak digunakan untuk menghentikan bus tapi untuk menjaga bus agar tetap diam tidak bergerak saat parkir. Tapi karena tanahnya ambles maka terjadi perubahan dari statis ke dinamis dan bus meluncur ke bawah," ungkap Soerjanto.
Berdasarkan temuan-temuan di lapangan yang sudah diolah, KNKT memberikan saran apabila bus terpaksa harus diparkirkan di jalan menurun atau menanjak. Dalam kondisi seperti itu, pengemudi harus mencari tanah yang padat, parkir kendaraan pada posisi yang benar, aktifkan rem parkir, pastikan tabung angin terisi penuh, matikan mesin, masukkan ke gigi mundur (Return), dan pasang ganjal roda minimal di roda yang bebas.
Kemudian saat akan melanjutkan perjalanan, kembalikan posisi ke gigi netral, hidupkan mesin dan jangan tinggalkan kendaraan. Di tempat yang miring, bus dengan mesin hidup berpotensi bisa meluncur ke bawah.
"Pengemudi juga tidak diperbolehkan meninggalkan kendaraan bila menghidupkan mesin di tanah parkir yang miring. Karena sewaktu waktu bisa meluncur," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan tunggal bus pariwisata dengan nomor polisi B-7260-CGA pada hari Minggu, 7 Mei 2023 pukul 7.30 WIB di kawasan Wisata Guci, Pekandangan, Bojong, Tegal, tiba-tiba meluncur menurun saat mesin sedang dihidupkan.