Bulan suci Ramadan tahun ini menjadi berkah tersendiri baginya. Sebab dia mendapat banyak order. Untuk memenuhi permintaan itu, tiap kali produksi ia membutuhkan dua hingga tiga tandan pisang. Sekali produksi, dia bisa menghasilkan hingga 10 kilogram keripik pisang.
"Itu produksi maksimal. Kita produksi dua hari sekali karena tenaganya memang terbatas," katanya. Menurutnya, untuk bantuan modal dan pemasaran memang belum bisa diaksesnya.
Namun dia banyak dibantu pemerintah Kecamatan Tahunan dan sejumlah dinas untuk pengurusan perizinan, PIRT dan lainnya.
Dia juga dibantu oleh Ketua Komisi C DPRD Jepara Nur Hidayat. Bantuan pribadi Nur Hidayat yang diterimanya itu berupa mesin pemotong pisang, penggoreng dan peniris yang harganya mencapai jutaan rupiah.
"Saya berterima kasih sekali atas bantuan ini. Sebab ini menyemangati untuk bangkit lagi setelah usaha kita terkena dampak pandemi," ujarnya.