Karena menderita dengan keikhlasan hati yang tulus menanggung kesalahan perbuatannya. Maka sang Maitrakanyaka terlepas dari kutukan laki laki jangkung dan masuk ke syurga Tusita dan kekal disana.
“Pesan yang ingin disampaikan dalam sendratari Maitrakanyaka adalah Janganlah menjadi orang yang serakah, lupa akan ibunya dan berani menanggung perbuatannya sendiri,” kata Lukman Fauzi, Sutradara dan Koreografer Sendratari Sendratari Maitrakanyaka, dalam siaran per, Minggu (18/4/2021).
Dia mengatakan, pementasan sendratari Maitrakanyaka ini dalam rangka acara Golong Gilig Borobudur yang diselenggarakan oleh Masyarakat Saujana Borobudur. “Yakni kumpulan pelaku pariwisata Borobudur sebagai rasa terima kasih kepada pemilik Candi Borobudur dengan mengedepankan kebersamaan dan keberagaman,” ujarnya