Pada 2013, suami dari Eri Wijayanti ini mengemban tugas untuk melatih Tim Rifle Brunei Darussalam yang akan diterjunkan dalam ASEAN Armies Rifle Meet (AARM). Saat itu, hanya Serka Pardal yang menjadi pelatih dari Kopassus.
"Waktu itu ada lima orang pelatih. Kalau dari Kopassus, saya sendiri. Dari satuan lain ada, dari Kostrad ada dan satu lagi dari psikologi dari Bandung," kata ayah dari Anastasya Caba Erfariyanti ini.
Pardal bersama tim pelatih lainnya menggembleng tentara Brunei Darussalam. Dalam klasifikasinya, Serka Pardal saat itu memang masuk dalam kualifikasi utama karena kemampuan hebatnya menembak.
"Saya masuk kualifikasi utama. Yang pertama yaitu utama, madya dan pratama, itu klasifikasi keterampilan menembak di Kopassus. Saya masuk tingkat utama,” ujar pria kelahiran Sukoharjo, 20 Januari 1978.
Serka Perdal mengatakan, bukan hal mudah untuk melatih anggota militer yang memiliki karakter dan metode pelatihan yang berbeda. Pada awal pertemuan, dia melihat posisi menembak sejumlah anggota Tim Rifle tidak kokoh. Motivasi tentara Brunei Darussalam juga dinilai kurang. Karena itu pula, tembakan mereka tidak tepat pada target.