Pada Minggu (10/1/2021) jam 00.15 WIB, kapal tersebut diduga mengalami tabrakan dengan kapal tanker warna merah dari arah Jakarta tujuan arah Surabaya sehingga menyebabkan haluan depan kiri kapal bocor dan tenggelam. Sebanyak 14 orang ABK membuat rakit untuk menyelamatkan diri.
Selasa (12/1/2021), satu ABK meninggal di laut. Selanjutnya korban Aji Selamet Romadhon dibungkus dengan karpet dan ditempatkan di tengah rakit.
Selasa sore, terdapat ombak besar 3 meter di lokasi tersebut sehingga menyebabkan jenazah terlepas dan hilang. Pada malam harinya, lima orang ABK dipimpin nakhoda memecah rakit untuk menyelamatkan diri karena mereka beranggapan melihat lampu suar PLTU Batang.
Selasa malam, masih tersisa delapan orang ABK di atas rakit setelah tabrakan kapal tersebut. Tengah malam, tiga orang ABK memisahkan diri lagi dari rakit.
Lalu pada Rabu (13/1/2021), sekitar jam 03.00 WIB mendekati subuh, ada kapal cumi di sekitar perairan PLTU Jepara. Selanjutnya tiga orang ABK memisahkan diri untuk meminta pertolongan ke kapal cumi tersebut dengan cara berteriak. Namun, saksi tidak dapat melihat apakah ABK tersebut naik atau tidak ke kapal cumi. Identitas kapal cumi juga tidak diketahui.