"Saat itu kami berada di Desa Mento, sekitaran Wonogiri-Sukoharjo. Di sana saya ingat ada belokan di tengah kebun tebu. Saya dan teman-teman memasang landsman (ranjau) tepat di belokan atau tikungan,” kenang Sanjoto, Rabu (9/11/2022).
“Karena sudah beranjak malam, timbunan ranjau tak terlihat mereka yang datang dengan konvoi panser dan truk. Panser di depan lolos dari ranjau, tapi truk yang di belakangnya meledak saat melindas ranjau yang dipasang," kenangnya.
Dia mengaku terperangah menyaksikan ledakan yang sempat melemparkan truk dan memorak-porandakan penumpangnya. “Saya melongo melihat api yang membumbung menerangi kebun tebu yang semula temaram. Panser yang ada di depan dan belakang truk menyempatkan melarikan diri," ujar Sanjoto.
Atas kejadian tersebut, Sanjoto membagi tiga regu pasukannya. Sanjoto di regu 2 yang akan melakukan pengecekan kondisi pasukan musuh. Sesang regu 1 dan 3 memberikan tembakan memancing reaksi musuh. Regu 2 pun akhirnya maju memgecek situasi dan menemukan banyak tentara Gurkha gugur karena rajau.
"Tubuh mereka banyak yang hancur, akhirnya senjata kami sita dan gunakan untuk bekal berjuang," ujarnya.