Beruntung di perumahan itu juga terdapat mahasiswa salah satu perguruan tinggi jurusan matematika. Dari mahasiswa itu dirinya banyak belajar. Fadlul tak kuasa mengungkapkan kebahagiaannya diterima di Akmil. Betapa tidak, setelah sembilan kali gagal, di percobaan terakhir kalinya karena sesuai batas usia, dia akhirnya tembus ke Lembah Tidar.
Lebih dari itu, motivasi terbesarnya untuk membahagiakan orang tua juga terwujud. "Saya anak ke-8, belum bisa membahagian orang tua," kata Fadlul. Sesaat suaranya tercekat. Tak lama dia pun terisak.
"Saya kalau ingat orang tua, nangis saya," ujarnya dengan kalimat terputus-putus. "Alhamdilillah. Terima kasih TNI AD telah menerima saya," ungkap siswa Taruna yang kini telah memasuki tingkat III tersebut.