“Saya memilih menetap di kampung rehabilitasi karena sempat dikucilkan dari keluarga dan tetangga asal kelahirannya,” kata Juwariyah, eks penderita kusta, Minggu (24/1/2021).
Lain halnya dengan kisah Ahmad Johar. Pria berusia 5o tahun asal Pekalongan, Jawa Tengah ini kehilangan satu kaki setelah diamputasi akibat penyakit kusta.
Dia memilih menekuni ketrampilan menjahit. Selama 22 tahun tinggal di kampung rehabilitasi kusta, ahmad enggan pulang ke kampung halaman.
“Ya karena saya merasa minder atau rendah diri dengan tetangga. Padahal keluarga dan tetangga tak mempersoalkan akan penyakit yang saya derita,” katanya.
Untuk diketahui, penduduk kampung rehabilitasi penderita kusta berasal dari berbagai daerah. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit kusta Donorojo Jepara, sebagian dari mereka telah tinggal di kampung rehabilitasi selama lebih dari 30 tahun hingga memiliki keturunan dari hasil membina keluarga dengan sesama eks penderita kusta.
“Mereka memilih tinggal di kampung rehabilitasi/ karena merasa nyaman hidup berdampingan dengan orang-orang yang memiliki penderitaan yang sama,” kata Fitri, Ketua RT kampung rehabilitasi penderita kusta. “Sedangkan masyarakat mereka berasal justru mengucilkan dan tidak menerima kembali di kampung halamannya,” ujarnya.
Menurutnya, pandangan buruk terhadap penderita kusta sudah selayaknya dijauhkan. Karena mereka yang telah sembuh dari kusta ternyata mampu memiliki keturunan yang sehat meski membina rumah tangga dengan sesama eks penderita kusta.