Kisah Nabi Syuaib AS dengan Kaum Madyan yang Suka Mengurangi Timbangan

Kastolani Marzuki
Ilustrasi petir. Kaum Madyan dibinasakan oleh Allah SWt karena membangkang seruan dari Nabi Syuaib. (Foto: Okezone)

Mereka menjawab Syuaib dengan nada memperolok-olok. Syuaib lalu berkata, "Hai kaumku, bagaimana pikiran kalian jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah­Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kalian (dengan mengerjakan) apa yang aku larang kalian darinya. Aku tidak ber­maksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.

Nabi Syuaib melanjutkan ajakan kepada kaumnya:

"Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kalian) menyebabkan kalian menjadi jahat. (Hud: 89)

Maksudnya, janganlah sikap antipati dan kebencianku kepada kalian sampai menyebabkan kalian makin berlanjut dalam mengerjakan kekufuran dan kerusakan yang biasa kalian lakukan itu, akibatnya kalian akan tertimpa azab seperti yang telah menimpa kaum Nuh, kaum Hud, kaum Saleh, dan kaum Lut.

Mereka berkata, "Hai Syuaib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau tidaklah karena keluargamu, tentulah kami telah merajam kamu, sedangkan kamu pun bukanlah seorang yang berwibawa di sisi kami.”

Syu’aib menjawab, "Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandangan kalian daripada Allah, sedangkan Allah kalian jadikan sesuatu yang terbuang di belakang kalian? Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kalian kerjakan.”

Ketika Nabi Syuaib merasa putus asa akan sambutan kaumnya kepada seruannya, maka ia berkata kepada mereka: "Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuan kalian, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kalian akan mengetahui siapa yang akan kedatangan azab yang meng­hinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kalian.” (Hud: 93)

Kaum Madyan yang menolak ajakan untuk beriman kemudian dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumah­nya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaan bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Samud telah binasa.

Ketika datang azab, Allah menyelamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat Allah.

Di dalam surat Al-Araf disebutkan gempa yang dahsyat, sedangkan di dalam surat Asy-Syuara disebutkan azab pada hari mereka dinaungi oleh awan. Mereka adalah suatu umat yang berkumpul di hari mereka diazab, sehingga semuanya menerima pembalasan dari Allah.

"Ingatlah, kebinasaanlah bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Samud telah binasa. (Hud: 95).

Tempat tinggal orang-orang Madyan bertetangga-dengan orang-orang Samud, mereka serupa dalam hal kekufuran dan suka membegal (merampok); kedua-duanya adalah bangsa Arab.

Wallahu A'lam Bish Showab.
(Sumber: Tafsir Ibnu Katsir)

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Pria di Sampang Teriak Kiamat Pakai Pengeras Suara Masjid Diamuk Massa

57 tahun lalu

Siaran Langsung Piala Asia U-23 Hari Ini Timnas Indonesia vs Yordania, Live di RCTI!

57 tahun lalu

Cara Nonton Live Streaming Timnas Indonesia U-23 vs Yordania Piala Asia U-23 di RCTI+ dan Vision+ Hari Ini

57 tahun lalu

Keren! Pelajar Asal OKI Wakili Indonesia pada MTQ Internasional di Yordania

57 tahun lalu

Unik, Pemuda di Ambon Bangunkan Sahur dengan Lantunkan Syair Islami

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal