Kisah Nabi Muhammad SAW dan Nenek yang Menangis karena Tak Masuk Surga

Kastolani Marzuki
Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan yang baik bagi umat manusia. (Foto: istimewa)

Ummu Salamah yang menceritakan bahwa ia pernah bertanya, "Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepadaku tentang makna firman-Nya: Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli (Al-Waqiah:22)."

Maka Rasulullah Saw. menjawab: "Berkulit putih, bermata jeli, lagi berbulu mata lentik seperti sayap burung elang.” Ia (Ummu Salamah) bertanya kembali, "Sebutkanlah kepadaku makna firman Allah Swt.: laksana mutiara yang tersimpan baik (Al-Waqiah: 23)."

Nabi Saw. menjawab: "Beningnya seperti mutiara yang berada dalam kerangnya lagi belum pernah tersentuh oleh tangan.” Ia bertanya, "Ceritakanlah kepadaku tentang makna firman-Nya: Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik (Ar-Rahman: 70)." Maka beliau Saw. menjawab: "Akhlaknya baik-baik dan rupanya cantik-cantik.”

Nabi SAW menjawab: "Kelembutan kulit bidadari-bidadari itu sama dengan kulit air telur yang kamu lihat berada di balik kulit luarnya.” Ia bertanya kembali tentang makna firman-Nya: penuh cinta lagi sebaya umurnya. (Surat Al-Waqiah: 37).

Mereka itu adalah wanita-wanita yang ketika di dunia meninggal dalam keadaan nenek-nenek, matanya lamur dan sudah peot. Lalu Allah menciptakan mereka kembali sesudah mereka tua menjadi perawan, penuh gairah cinta lagi dicintai, sedangkan usia mereka sebaya (muda-muda).

Di dalam hadis tentang sangkakala yang cukup panjang lagi terkenal disebutkan bahwa Rasulullah SAW memberikan syafaat kepada semua orang-orang mukmin agar mereka dimasukkan ke dalam surga. Maka Allah Swt. berfirman, "Sesungguhnya Aku telah mengizinkanmu untuk memberi syafaat, dan Aku izinkan bagi mereka untuk memasukinya."

Wallahu A'lam Bishshawab.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Contoh Teks Ceramah Maulid Nabi Bahasa Sunda, Singkat Penuh Hikmah

57 tahun lalu

Contoh Teks Ceramah Maulid Nabi Bahasa Madura Singkat dan Mudah Dihafal

57 tahun lalu

Tradisi Weh-Wehan di Kaliwungu Kendal, Lebaran Maulud yang Dinanti Warga

57 tahun lalu

Lirik Sholawat Muhammadun Nabiyuna, Syair Penuh Kegembiraan

57 tahun lalu

Lirik Pecah Seribu versi Sholawat, Cerminan Kerinduan Sosok Nabi SAW

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal