Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ishaq menikah dengan Rafqah binti Batu’il saat ayahnya (Nabi Ibrahim) masih hidup. Saat itu, Nabi Ishaq berusia 40 tahun.
Sama seperti ibunya, Siti Sarah, istri Nabi Ishaq adalah seorang yang mandul. Nabi Ishaq pun berdoa dan bermunajat kepada Allah agar diberikan keturunan.
Atas kuasa Allah, istrinya pun hamil dan melahirkan anak yang kembar; yang pertama bernama ‘Iishuu. Orang-orang Arab menyebutnyta ‘Iish; ia adalah nenek moyang bangsa Romawi. Yang kedua bernama Ya’qub. Disebut Ya’qub karena ia lahir dalam keadaan memegang tumit saudaranya. Ia juga disebut Israil, yang merupakan nenek moyang Bani Israil.
Wallahu A'lam Bishowab.
Sumber: Kitab Tafsir Ibnu Katsir