Kisah Nabi Ibrahim AS Mengajak Ayahnya Beriman

Kastolani Marzuki
Kakbah merupakan peninggalan Nabi Ibrahim AS. (Foto: AFP)

"Hai api, menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim, "mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.(QS Surat Al Anbiya: 69)

Qatadah mengatakan bahwa pada hari itu tiada suatu hewan pun yang datang, melainkan berupaya memadamkan api agar tidak membakar Nabi Ibrahim, terkecuali tokek. Az-Zuhri mengatakan, Nabi Saw. memerintahkan agar tokek dibunuh dan beliau memberinya nama fuwaisiq.

Mengajak Ayahnya Beriman

Nabi Ibrahim yang dikenal penyantun kemudian mengajak ayahnya untuk meninggalkan patung-patung itu. "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolong kamu sedikit pun? Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu.

Maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi setan.”

Berkata bapaknya, "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama.” Berkata Ibrahim, "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain dari Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku " (Surat Maryam: 41-48)

Sejak itu Nabi Ibrahim AS selalu berdoa kepada Tuhannya, memohonkan ampun buat bapaknya. Ketika bapaknya meninggal dunia dalam keadaan tetap musyrik, dan hal itu sudah jelas bagi Nabi Ibrahim, maka Nabi Ibrahim mencabut kembali permohonan ampun dan berlepas diri dari perbuatan ayahnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Contoh Teks Ceramah Maulid Nabi Bahasa Sunda, Singkat Penuh Hikmah

57 tahun lalu

Contoh Teks Ceramah Maulid Nabi Bahasa Madura Singkat dan Mudah Dihafal

57 tahun lalu

Tradisi Weh-Wehan di Kaliwungu Kendal, Lebaran Maulud yang Dinanti Warga

57 tahun lalu

Doa Puasa Ramadhan Hari ke-17: Rahasia Keberkahan di Bulan Suci

57 tahun lalu

Doa Setelah Sholat Tarawih Sesuai Sunnah Lengkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal