Kisah Korban Banjir Semarang, Menadah Air Hujan hingga Berangkat Kerja Numpang Truk

Angga Rosa
Sejumlah warga terdampak banjir di Gayamsari, Semarang saat beraktivitas di luar rumah. (Foto: Ist)

SEMARANG, iNews.id - Banjir yang merendam wilayah Kota Semarang menyisakan cerita sedih bagi yang mengalami. Berbagai kesulitan yang pernah dirasakan terus tertanam di benak mereka. 

Selama terendam banjir, warga kesulitan mendapat air bersih. Sebab kran PDAM turut terendam banjir. Warga yang memiliki sumur juga tidak bisa mengambil air karena listrik padam. Sehingga pompa untuk menyedot air dari tanah juga tak bisa dinyalakan. 

Seperti yang dialami warga Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka membeli seharga Rp5.000 per galon.  Air hanya untuk keperluan masak dan minum. Sedangkan untuk mandi dan mencuci, mereka menadah air hujan. 

Untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, mereka juga harus berjalan menerjang banjir ratusan meter menuju pasar. Jalan tidak bisa dilalui sepeda motor atau sepeda karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

"Selama banjir, daerah kami terisolasi air. Bantuan juga terbatas,” ujar Endah (40) salah satu korban banjir. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
5 jam lalu

Dampak Kemarau Panjang di Pemalang, Ribuan Warga Terpaksa Beli Air

2 hari lalu

Agam Mencekam! Banjir Rendam Ratusan Rumah, Ratusan Warga Dievakuasi

8 hari lalu

Seru! Siswa Baru SMP di Semarang Berebut Bangku Terdepan saat MPLS

28 hari lalu

Surabaya Banjir Usai Diguyur Hujan Lebat, Banyak Pekerja Terlambat akibat Kendaraan Mogok

29 hari lalu

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Surabaya usai Diguyur Hujan Deras, Aktivitas Warga Lumpuh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal