Kisah Korban Banjir Semarang, Menadah Air Hujan hingga Berangkat Kerja Numpang Truk

Angga Rosa
Sejumlah warga terdampak banjir di Gayamsari, Semarang saat beraktivitas di luar rumah. (Foto: Ist)

SEMARANG, iNews.id - Banjir yang merendam wilayah Kota Semarang menyisakan cerita sedih bagi yang mengalami. Berbagai kesulitan yang pernah dirasakan terus tertanam di benak mereka. 

Selama terendam banjir, warga kesulitan mendapat air bersih. Sebab kran PDAM turut terendam banjir. Warga yang memiliki sumur juga tidak bisa mengambil air karena listrik padam. Sehingga pompa untuk menyedot air dari tanah juga tak bisa dinyalakan. 

Seperti yang dialami warga Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka membeli seharga Rp5.000 per galon.  Air hanya untuk keperluan masak dan minum. Sedangkan untuk mandi dan mencuci, mereka menadah air hujan. 

Untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, mereka juga harus berjalan menerjang banjir ratusan meter menuju pasar. Jalan tidak bisa dilalui sepeda motor atau sepeda karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

"Selama banjir, daerah kami terisolasi air. Bantuan juga terbatas,” ujar Endah (40) salah satu korban banjir. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

57 tahun lalu

Bukan Sabotase, Ternyata Ini Penyebab Listrik Padam Massal di Sumatera

57 tahun lalu

BNPB: Banjir di Blora Rendam Puluhan Rumah Warga hingga 2 Sekolah

57 tahun lalu

Hujan Deras dan Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Pati Terendam Banjir

57 tahun lalu

Sejumlah Wilayah Sumatera Gelap akibat Listrik Padam, Ini Penjelasan PLN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal