“Itulah sebagian kenangan dan latar belakang saya dan sungguh tidak terbayang jika di hari ini saya bisa mengucap sebagai Guru Besar di UGM,” katanya.
Prof Suyanta juga menyampaikan pidato ilmiah yang berjudul Silika Mesopori MCM-41: Perkembangan Riset dan Aplikasinya. Suyanta berpendapat Aplikasi MCM-41 berpotensi untuk riset dan pengembangan di masa depan.
Salah satu dari sekian banyak potensi pengembangan riset dan aplikasi MCM-41 di masa depan yakni terkait dengan penanganan masalah CO2.
Menurutnya efek gas rumah kaca yang sangat berpengaruh pada pemanasan global. Sistem penangkapan CO2 yang paling banyak digunakan dalam skala besar pada cerobong-cerobong pembuangan gas industri sekarang ini yakni adsorpsi selektif menggunakan amina cair, seperti monoetanolamin atau dietanolamin. Sistem penangkapan CO2 yang menggunakan adsorben padat sedang banyak dikaji.
Di bagian lain pidatonya, dia pun mengungkap jika Silika Mesopori sangat menjanjikan untuk dapat diaplikasikan sebagai teknik pengobatan berbasis pada drugs delivery system. Luas permukaan pori-pori yang besar memungkinkan partikel-partikel tersebut diisi dengan obat atau sitotoksin.