Kisah Heroik Ngatijan, Prajurit Elite TNI AU Selamatkan Teman dari Pembantaian di Papua

Sucipto
Prajurit Pasukan Gerak Tjepat (PGT) sekarang bernama Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU. Foto/SINDOnews

Saat penerjunan di Teminabuan pada dini hari tersebut, ucap Rebo, dirinya mendengar suara tembak-tembakan di bawah. Rebo sendiri mengaku jatuh tersangkut di pohon dengan ketinggian lebih dari 30 meter. Prajurit Pasukan khusus yang kenyang dengan pengalaman tempur menumpas pemberontak DI/TII, Kahar Mudzakar dan Permesta ini kemudian membuang helm dan ranselnya.

Perlahan Rebo berupaya turun ke bawah di tengah malam yang gelap gulita. Nahas, dahan pohon yang didudukinya patah. ”Saya melorot jatuh ke bawah kurang lebih 30 meteran. Kurang lebih setengah jam saya pingsan, begitu bangun saya lihat senjata masih diselempang. Di mana ini kok masih gelap? Tapi suara tembak-tembakan masih ramai,” ucapnya. Rebo kemudian berjalan ke arah kampung tak jauh dari lokasinya jatuh. 

Kampung tersebut bernama Wersar tempat kontak tembak antara PGT dengan pasukan Belanda. Kampung di mana Bendera Merah Putih untuk pertama kalinya di tancapkan di Papua. “Di situ saya melihat Bendera Merah Putih sudah berkibar yang dipasang oleh Pak Mengko bersama dengan teman-temannya. Kemudian saya hormat dari jauh,” kata Rebo. Selamat dari Pembantaian Pertempuran demi pertempuran dialami Rebo Hartono di tengah lebatnya hutan belantara Papua. 

Aksi berani Rebo Hartono bersama prajurit PGT lainnya membuat Belanda kewalahan. Namun nahas, ketika sedang menebang pohon sagu yang akan digunakan sebagai bekal, tiba-tiba pasukan Belanda melakukan menyerang secara mendadak. Mendapat serangan mendadak tersebut, Rebo langsung bersembunyi di rawa-rawa. Namun upayanya gagal, pasukan Belanda menangkapnya. Bersama beberapa rekannya termasuk SMU Mengko, dirinya ditawan. 

”Saya mendengar ledakan. Lima rekannya yang berupaya melarikan diri salah satunya bernama Ngatimun ditembak kepalanya hingga tewas. Sementara empat orang lainnya berhasil melarikan diri. Saya disuruh jalan sambil ditendangi dan terus disiksa,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tragis! Remaja di Jayapura Tewas Diduga Dibakar Ibu Angkat

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Mamberamo Tengah Papua, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Pilu! 5 Korban Tewas Ledakan Bom PD II di Biak Dimakamkan dalam Satu Liang Lahat

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Identitas 5 Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Papua

57 tahun lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal