Dalam peristiwa tersebut, petugas sempat kesulitan saat mengevakuasi korban banjir lantaran derasnya air menerjang kawasan pemukiman.
Saat banjir menerjang rumah, Waluyo yang menggendong bayinya sempat membuatkan susu. Karena derasnya arus air, Waluyo tidak berani keluar rumah menerjang banjir yang terus meninggi.
Demi keselamatan bayinya, Waluyo pun berdiri di atas meja. Sambil memanggul bayinya, dia berdiri di atas meja, sesekali menutupi badan Alkenan dengan kain dari serangan nyamuk.
“Dalam kondisi gelap, saya tetap setia bersama anak. Saya sempat lega karena istri masih bekerja di luar,” kata Waluyo, Sabtu (14/1/2023).
“Sekitar 30 menit, tim relawan yang berjuang melawan derasnya banjir berhasil mengevakuasi warga, termasuk saya dan anak keluar dari perumahan,” katanya.