Menurut sang ibu, Sri Ayu, jika Ahmad memiliki keinginan sendiri untuk masuk pesantren sejak dini. Semua itu bermula ketika sang ayahnya meninggal dunia pada tahun 2014.
Ketika itu, ayahnya wafat secara mendadak. Namun Ahmad tak ingin merepotkan sang ibu, Ahmad lebih memilih masuk pesantren, disaat usianya masih 5 tahun.
"Dia (Ahmad) memutuskan sendiri (masuk pesantren). Dia bilang, 'Ibu, saya besok ikut Mas Rafa mondok ya.' Terus saya bilang, 'Jangan, dek, kamu masih kecil, ibu sama siapa?' 'Enggak apa-apa, bu, nanti ibu repot ngurus Dek Faza. Enggak apa-apa aku mondok aja sama Mas Rafa. Dia berkeras mau mondok," kata Sri Ayu.
Dia mengatakan salah satu hal yang membuatnya haru adalah ustaz di pesantren bercerita kalau Ahmad satu-satunya santri yang tidak menangis di malam pertama masuk.
"Ustaznya cerita, 'Ibu, saya bertahun-tahun (melihat) anak-anak setiap kali yang masuk ke pondok ini, malam pertama pasti nangis. Mau tidur nangis ingat ibunya. Baru Ahmad ini yang enggak (menangis), dia berdoa untuk ayah, ibunya, buat kakak dan adiknya'," ungkap Sri Ayu.