Tayangan virtual, kata dia, bisa ditonton oleh pengunjung, terutama anak-anak, lansia, dan penyandang difabel menggunakan kacamata khusus yang sudah disiapkan dengan tema tayangan yang berganti-ganti.
"Untuk tayangan AR dibuat setiap bulan sekali berbeda, misalnya tema dirgantara, nanti ganti apa lagi. Karena pakai kacamata khusus maka akan dijaga 24 jam oleh petugas," katanya.
Saat ini, kata dia, mainan ayunan anak, mainan edukasi VR, dan sarana informasi vegetasi AR telah mulai dibangun di taman tersebut dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, termasuk swasta.
"Anggaran yang dibutuhkan sekitar R2,5 miliar. Itu digarap bareng-bareng tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga banyak 'stakeholder', misalnya dengan CSR (corporate social responsibility)," katanya.
Ia mengatakan sudah dilakukan beberapa kali uji coba Taman Abdurrahman Saleh berkonsep Smart Educative Park dengan mengundang anak-anak, lansia, dan penyandang difabel, dan ditargetkan bisa rampung 2024.