Kapolsek Jetis, AKP Subiyanto mengatakan, mendapat laporan adanya sekolah yang roboh petugas kepolisian pun segera terjun ke lokasi TKP. Dia bersyukur sebagian besar para siswa di sana sudah punya bekal tanggap bencana, sehingga tidak ada korban jiwa akibat robohnya atap sekolah.
"Pas atap roboh, ada yang langsung lari, dan sebagiannya bersembunyi di bawah meja," kata Subiyanto.
Ada delapan siswa yang menjadi korban robohnya kelas tersebut. Enam di antaranya mengalami luka ringan, namun dua harus dilarikan ke rumah sakit, untuk mengetahui kondisi mereka.
"Tapi kondisinya tidak fatal. Satu siswi mengalami cedera di kepala, namun tidak ada luka. Sedangkan satu siswa luka di bagian tangannya," ujar dia.
Dugaan sementara, kata Subiyanto, robohnya atap kelas tersebut karena kondisi bangunan yang sudah tidak layak. Ternyata banyak kayu-kayu di bagian atap yang habis di makan rayap.