Kasus Henti Jantung di Usia Muda, Begini Penjelasan Pakar RS UNS

Ary Wahyu Wibowo
Dokter spesialis jantung Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Habibie Arifianto, dr SpJP (K) M.Kes. Foto: Ist.

Sedangkan henti jantung biasanya diakibatkan karena gangguan irama yang fatal dan bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti serangan jantung, faktor genetik atau keturunan, hingga gagal jantung. 

"Dan henti jantung biasanya lebih mematikan dibanding serangan jantung," tuturnya. 

Henti jantung di usia muda, lanjut dr Habibie, sebenarnya merupakan kasus yang sangat jarang. Apalagi jika berkaitan dengan gangguan irama. Beberapa penyakit genetik atau keturunan yang dapat mengakibatkan henti jantung mendadak, di antaranya Sindrom Brugada, Sindrom Long QT, dan kardiomiopati hipertrofik.

Karena henti jantung adalah masalah kesehatan yang serius, maka cara penanganannya pun tak boleh disepelekan. Bila menyaksikan korban mengalami henti jantung mendadak, kita bisa meminta bantuan tim medis atau dibawakan alat Automatic Electrical Defibrillator (AED) yang sudah banyak tersedia di tempat umum, seperti bandara dan pusat perbelanjaan.

Sambil menunggu bantuan datang, maka bisa memberikan bantuan hidup dasar dengan pijat jantung luar, resusitasi jantung. Langkah ini sangat penting bagi anggota masyarakat untuk memahami cara-cara bantuan hidup dasar. 

Pemangku kepentingan diminta untuk menyediakan AED sehingga dapat membantu korban dengan henti jantung mendadak. Untuk langkah pencegahannya, apabila diketahui memiliki riwayat keluarga yang meninggal mendadak di usia muda atau riwayat sering pingsan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jantung.

"Tujuannya untuk dicari kemungkinan adanya gangguan irama atau struktur jantung yang dapat menyebabkan henti jantung di masa mendatang," katanya. 

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Calon Praja IPDN asal Maluku Utara Meninggal saat Diksar akibat Henti Jantung

57 tahun lalu

Prihatin Situasi Politik saat Ini, UNS Ingatkan DPR dan Pemerintah Miliki Kepekaan Sosial

57 tahun lalu

Guru Besar Fakultas Hukum UNS Kaget Ditunjuk Jadi Mediator Gugatan Ijazah Jokowi

57 tahun lalu

UNS-Kota Solo Didapuk jadi Tuan Rumah 16th EASTS Conference 2025

57 tahun lalu

Sosok Prof Pranoto, Guru Besar UNS Penemu Adsorben Lempung Ajaib Alofan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal