Kasus DBD, Seorang Remaja di Kendal Jateng Meninggal

Eddie Prayitno
Suasana di rumah duka korban meninggal akibat DBD di Kalibuntu, Kendal. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

“Awalnya demam. Kami bawa ke RS dan dokter rujuk. Gejala awalnya DBD,” kata Abdul Gani di rumah duka, Selasa (12/2/2019).

Ibu almarhum Mahmudah menambahkan, sewaktu menjalani perawatan, dokter meminta tambahan 4 kantong darah untuk agar nyawanya bisa terselamatkan. Namun kondisi Gilang makin drop dan tak mengalami perubahan saat menjalani perawatan hari keenam.

“Hasil pemeriksaan ulang dokter, selain gejala DBD, anak saya terkena leptospirosis. Penyakit yang disebabkan bateri akibat urine tikus,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Kendal Muntoha yang dihubungi terpisah membenarkan ada warga yang meninggal diduga karena DBD.

Namun hasil pemeriksaan, da dua penyakit yang sekaligus menyerang almarhum Gilang Ramadhan. Selain DBD, gilang terserang virus leptoperosis sehingga, kondisi tubuhnya semakin menurun hingga akhinya meninggal.

Data sementara Dinkes Kendal, ada 18 kasus DBD yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Wilayah yang menjadi endemis yakni Kecamatan Brangsong dan Sukorejo.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Truk Terseret Banjir Bandang Kali Bodri Kendal hingga Tenggelam, Evakuasi Dramatis 

57 tahun lalu

Kendal Waspada Kemarau Ekstrem Dampak Godzilla El Nino, Kekeringan dan Karhutla Mengintai

57 tahun lalu

Longsor Tebing di Kendal Tutup Aliran Sungai, Banjir Bandang Intai Permukiman Warga

57 tahun lalu

Sempat Terdampak Banjir, Perjalanan KA di Jalur Kalibodri–Kaliwungu Kembali Normal

57 tahun lalu

Banjir Luapan Sungai Waridin di Kendal Meluas, Warga Mulai Mengungsi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal