"Sekarang ada 22 orang yang diisolasi, dengan enam orang positif Covid-19," katanya.
Sementara itu koordinator pencegahan tim gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Ahmadi mengatakan maraknya kasus positif Covid-19 dari kluster pasar tradisional menjadi perhatian khusus. Pasalnya warga masih tidak memperhatikan protokol kesehatan saat berada di tempat keramaian.
Banyak dari mereka yang tidak memakai masker, tidak mengatur jarak sehingga penularan di pasar tradisional lebih cepat. Sebagai langkah pencegahan tim gugus menggelar rapid test di sejumlah pasar tradisional.
"Ditemukannya kasus positif di pasar tradisional jadi tantangan terbesar. Jadi kami lakukan serangkaian rapid test," kata Wahyu.
Kali ini, rapid test digelar di Pasar Gladag, Kaliwungu, Kendal. Ada 60 orang dari pedagang dan pembeli yang dites. Pedagang yang diambil sampel darahnya, mereka yang mempunyai riwayat kontak dengan pedagang luar daerah, khususnya daerah yang masuk zona merah.